Pandemi covid 19 Kaitannya dengan Keterasingan Sosial

Nama : Nida Asma Wafiqoh
NIM.   : 20310410008

Artikel ini dibuat guna memenuhi tugas Sosiologi, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Dosen Pengampu Amin Nurohman, S.Pd., M. Sc

Pandemi Covid 19 Kaitannya dengan Keterasingan Sosial


Covid 19 merupakan sebuah virus yang dikabarkan pertama kali muncul di Wuhan, Cina. Kemudian mulai menyebar dari satu negara hingga negara lainnya sehingga sampai di Indonesia. Yang hingga saat ini masih melakukan PSBB yang bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran virus ini. Karena Covid 19 merupakan sejenis virus yang dapat menular dengan cara kontak langsung dengan penderita. 

Dengan munculnya virus ini sangat berpengaruh dengan interaksi sosial di kalangan masyarakat, seperti dalam lingkup kerja hingga lingkup pendidikan disekolah. Tidak sedikit dari pekerja yang di phk dari suatu perusahaan karena menurunnya pendapatan pada suatu perusahaan tersebut, karena transaksi dari satu negara ke negara lainnya terhalang karena adanya covid 19. Sehingga suatu perusahaan terpaksa merumahkan atau bahkan memPHK karyawannya karena dampak dari covid 19.

Covid 19 juga sangat berdampak pada dunia pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan Perkuliahan. Karena dengan adanya virus ini kegiatan belajar mengajar tidak dapat di lakukan secara tatap muka dan digantikan dengan sekolah online atau menggunakan media hp atau pun laptop.

Kemudian banyak sekali kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi penyebaran covid 19 dengan cara:
1. Menggunakan masker ketika keluar rumah
2. Sering mencuci tangan.
3. Social Distencing atau menjaga jarak saat berinteraksi.

Nah.. Dari kebijakan ini lah justru muncul keterasingan sosial terhadap seseorang yang tervonis atau terindikasi covid 19. Banyak sekali seseorang yang terkena virus ini diasingkan dari masyarakat disekitarnya. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk dilakukan karena seorang tersebut juga tak ingin tervonis dan terasingkan di masyarakatnya.

Ketika pembatasan sosial semakin ketat diberlakukan, para ahli kesehatan mental memperingatkan bahwa kehilangan koneksi penting ini bisa datang dengan resiko psikologis yang tinggi. Ada perbedaan antara keterasingan sosial dengan kesepian. Keterasingan sosial adalah pemisah fisik objektif dari orang lain. Sementara kesepian adalah perasaan tertekan subjektif karena sendirian atau terpisah. 

Jaga jarak sosial dan isolasi diri secara fisik yang telah diterapkan untuk membatasi rantai penyebaran covid 19 mengakibatkan peningkatan jumlah orang yang merasa kesepian. Kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga umum di antara mereka yang mengisolasi diri selama pendemi.

Jadi dengan buruknya dampak dari keterasingan sosial akibat pandemi covid ini jangan menjadikan kita tidak peduli atau tidak simpatik dengan seseorang terkhusus orang yang tervonis virus ini. Karena pada dasarnya mereka juga sangat membutuhkan dukungan serta semangat dari keluarga dan masyarakat sekitar. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga stamina tubuh dan meminum vitamin agar imunitas tubuh selalu stabil dan semoga saja terhindar dari covid 19. Dan untuk negara Indonesia tercinta semoga segera pulih  para pekerja dan para pelajar maupun pengajar bisa melakukan aktifitasnya secara normal seperti dulu lagi.



Reverensi:

https://m.merdeka.com/dunia/waspadai-dampak-psikologi-karena-jaga-jarak-sosial-selama-pandemi-corona.html?page=5


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT BEBERAPA TOKOH